Selasa, 24 Maret 2009

TOURISM DEMAND AND SUPPLY

http://i.ixnp.com/images/v3.73/t.gif

TOURISM DEMAND AND SUPPLY

Dampak Positif dan Negatif Masing-Masing Jenis Tourist / Tourism Demand

Ada 12 jenis tourist / tourism demand yaitu family, hedonistic, back packer, visiting friends and relatives, excursionist, educational tourist, religious tourist, snow bird, ethnic minority, disable tourist, social tourist dan short break market. Masing-masing jenis tourist memiliki dampak postitif dan dampak negatif yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Family

Family tourist atau tourist keluarga dapat terbagi atas keluarga kecil yang terdiri dari orang tua dan anak, maupun keluarga besar yang terdiri dari orang tua, anak, paman, bibi, kakek, nenek, dan yang lainnya. Tourist ini umumnya melakukan perjalanan pada waktu liburan sehingga mereka benar-benar ingin menikmati liburannya itu di suatu tempat yang mereka inginkan.

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan ekonomi secara langsung kepada hotel dan restaurant. Tourist jenis ini umumnya memerlukan kamar yang besar dan makanan yang lebih banyak. Dampak ekonomi tidak langsung dapat dirasakan oleh pedagang-pedagang di pasar karena permintaan terhadap barang/bahan makanan akan bertambah.

2.) Tourist jenis ini umumnya menggunakan travel agent untuk mengatur jadwal perjalanannya. Hal ini akan meningkatkan keuntungan travel agent tersebut, semakin banyak pula membutuhkan tenaga kerja sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi pengangguran.

3.) Anak-anak biasanya menyukai tempat-tempat dan atraksi wisata, khususnya yang berjenis man-made, seperti waterboom, taman bermain, dan sebagainya sehingga tempat-tempat tersebut dapat berkembang dan memperoleh keuntungan.

4.) Memberikan keuntungan kepada perajin dan penjual souvernir atau oleh-oleh karena tourist jenis ini biasanya akan membeli kenang-kenangan untuk dirinya dan kerabatnya.

Dampak Negatif :

1.) Anak-anak biasanya suka bermain-main hingga merusak fasilitas-fasilitas yang ada, seperti di hotel, objek wisata, dan sebagainya.

2.) Agak sulit untuk mengelola atau mengatur jadwal tourist family ini karena anak-anaknya biasanya rewel dan dapat merusak atau membatalkan jadwal yang telah direncanakan.

2. Hedonistic

Hedonistic adalah tourist yang menginginkan kebebasan, kebebasan yang tidak bisa mereka dapatkan di Negara asalnya, misalnya drugs, sex, drunk, dan sebagainya. Tourist jenis ini umumnya dari kalangan berusia muda dan menyukai kehidupan malam.

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan ekonomi kepada hotel dan restaurant.

2.) Memberikan keuntungan kepada rental mobil atau motor karena tourist ini tidak suka di atur dan ingin bebas pergi kemanapun ia inginkan.

3.) Memberikan keuntungan kepada bar, night club, dan tempat-tempat night life lainnya.

Dampak Negatif :

1.) Dapat memberikan pengaruh buruk terhadap budaya lokal, khususnya remaja. Karena remaja masih sangat labil dan mudah meniru prilaku-prilaku buruk yang dibawa tourist hedonistic ini seperti budaya minum-minuman keras, pakaian seksi, merokok, dugem, drugs, dan lain-lain.

2.) Prostitusi semakin meningkat karena adanya permintaan dari tourist-tourist hedonistic.

3.) Muncul dan berkembangnya barang-barang illegal seperti obat-obatan terlarang.

4.) Tourist ini seringkali merusak fasilitas-fasilitas umum dan menyebabkan polusi terhadap lingkungan.

3. Back Packer

Back Packer adalah jenis tourist yang melakukan aktivitas pariwisata dengan dana terbatas. Oleh karena itu, tourist ini biasanya menggunakan fasilitas-fasilitas berstandar lokal. Ciri khas tourist ini adalah biasanya menggendong tas ransel di punggungnya.

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan kepada penginapan-penginapan dan makanan berstandar lokal, seperti motel atau bungalow.

2.) Tourist jenis ini peduli dan ramah lingkungan karena mereka lebih sering melakukan perjalanan dengan berjalan kaki atau dengan sepeda gayung.

3.) Tourist jenis ini mudah berinteraksi dengan masyarakat sekitar sehingga dapat terjadi akulturasi budaya misalnya bahasa, cara mereka mengelola waktu, dan sebagainya.

Dampak Negatif :

1.) Tidak banyak memberikan devisa bagi Negara, karena tourist ini sangat hemat dalam berbelanja dan hanya mengeluarkan uang untuk hal-hal yang penting saja.

2.) Tourist ini juga perlu diwaspadai karena bisa saja mereka melakukan tindakan mencuri karena keadaan ekonomi mereka sangat pas-pasan.

4. Visiting Friends and Relatives

Visiting friends and relatives adalah jenis tourist yang mempunyai tujuan tertentu, yaitu mengunjungi teman dan kerabatnya. Tourist jenis ini biasanya dikelola oleh teman maupun kerabatnya sendiri, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga transportasi.

Dampak Positif :

1.) Tourist jenis ini tetap menguntungkan objek wisata dan atraksi-atraksi wisata karena mereka pasti akan diajak oleh kerabatnya untuk menikmati waktunya di tempat tersebut.

2.) Memberikan keuntungan kepada perajin dan penjual souvernir atau oleh-oleh karena tourist jenis ini biasanya akan membeli kenang-kenangan untuk keluarganya.

Dampak Negatif :

1.) Tidak banyak memberikan devisa bagi Negara, karena segala sesuatunya biasanya disediakan oleh teman atau kerabatnya tersebut seperti akomodasi, makanan, transportasi, dan sebagainya.


5. Excursionist

Excursionist adalah tourist yang mengunjungi suatu tempat dalam waktu yang kurang dari 24 jam. Yang termasuk tourist jenis ini misalnya penumpang kapal pesiar yang singgah ke suatu daerah.

Dampak Positif :

1.) Hanya menguntungkan pusat perbelanjaan dan restaurant, karena tourist hanya mempunyai sedikit waktu untuk menikmati tempat tujuan atau persinggahannya.

2.) Menguntungkan perajin dan penjual souvernir atau oleh-oleh karena tourist ini biasanya pasti menyempatkan diri untuk membeli souvernir khas daerah yang dikunjungi/disinggahinya.

Dampak Negatif :

1.) Tidak menguntungkan akomodasi, transportasi, dan tempat-tempat wisata karena tourist ini tidak mempunyai banyak waktu untuk menikmati kunjungannya karena mereka hanya sekedar berkunjung atau singgah di tempat tersebut.

6. Educational Tourist

Educational tourist adalah tourist yang melakukan perjalanan dengan tujuan pendidikan, misalnya untuk belajar maupun studi banding di suatu sekolah atau universitas.

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan ekonomi kepada fasilitas-fasilitas berstandar lokal, seperti boarding house (kos-kosan) dan tempat makan lokal.

2.) Dapat menyebabkan terjadinya pertukaran pikiran dan pertukaran kebudayaan (akulturasi budaya) misalnya dalam bahasa, teknologi, pola pikir, dsb.

3.) Dapat mengembangkan suatu sekolah atau universitas yang dipilih sehingga dapat meningkatkan gengsi dan akreditas sekolah tersebut.

4.) Sebagai sarana politik dalam membina hubungan yang baik antar Negara penerima educational tourist dengan Negara pengirim Educational tourist.

Dampak Negatif :

1.) Tidak begitu menguntungkan dalam bidang ekonomi karena tourist jenis ini lebih memilih menggunakan fasilitas-fasilitas lokal ketimbang memilih fasilitas mewah dan modern.

2.) Tourist ini juga bisa saja memberikan pengaruh yang buruk terhadap kebudayaan lokal, seperti mengajarkan temannya untuk minum-minuman keras, free sex, merokok, dan sebagainya.

7. Religious Tourist

Religious Tourist adalah tourist yang melakukan perjalanan suci ke tempat-tempat yang berhubungan dengan agama, misalnya kegiatan naik haji, tirta yatra, dan lain sebagainya.

Dampak Positif :

1.) Menguntungkan akomodasi, restaurant, transportasi, travel agent (sesuai dengan ekonomi mereka.)

2.) Dapat membantu mengembangkan daerah-daerah yang mempunyai tempat ibadah atau kawasan religious.

3.) Dapat mengadakan pertukaran kebudayaan dan penyebarkan ajaran agama.

4.) Tourist jenis ini juga pasti membeli oleh-oleh atau souvenir khas daerah setempat, hal ini menguntungkan penjual atau perajin oleh-oleh atau souvenir.

Dampak Negatif :

1.) Tourist jenis ini juga terkadang perlu diwaspadai karena mereka bisa saja menyebarkan ajaran-ajaran atau aliran sesat kepada penduduk lokal.

8. Snowbird

Snowbird adalah jenis tourist dari Negara yang bermusim dingin yang melakukan perjalanan ke daerah-daerah tropis.

Dampak Positif :

1.) Menguntungkan ekonomi Negara yang beriklim tropis karena pasti akan banyak tourist-tourtist dari Negara yang sedang mengalami musim dingin berdatangan dan menikmati liburannya

2.) Memberikan keuntungan kepada hotel, travel agent, dan restaurant, perajin atau penjual souvenir sebagai penyedia barang dan jasa, baik berupa akomodasi, transportasi, maupun penyedia makanan dan minuman.

3.) Memberikan keuntungan kepada tempat-tempat dan atraksi wisata terutama yang berhubungan langsung dengan matahari, seperti pantai, waterboom, dan sebagainya.

Dampak Negatif :

1.) Daerah-daerah dingin biasanya lebih sepi dan kurang diuntungkan karena tourist jenis ini umumnya menyukai matahari dan ingin menikmati panas karena di negaranya sedang mengalami musim dingin.

9. Ethnic Minority

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan kepada hotel, restaurant, dan travel agent.

2.) Memberikan keuntungan pada museum-museum, dan tempat-tempat bersejarah lainnya.

Dampak Negatif :

1.) Tidak begitu menguntungkan dalam bidang ekonomi karena tourist jenis ini lebih memilih menggunakan fasilitas-fasilitas lokal ketimbang memilih fasilitas mewah dan modern.

10. Disable Tourist

Disable tourist adalah jenis tourist yang mempunyai kekurangan fisik atau cacat..

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan ekonomi secara langsung kepada hotel, restaurant dan travel agent. Tourist jenis ini memerlukan pengelolaan yang baik dari travel agent, dengan begitu walaupun ia mempunyai ketidakmampuan (cacat) namun ia tetap dapat menikmati wisatanya di daerah yang dituju.

2.) Memberikan keuntungan kepada tourist attraction terutama yang bersifat natural karena tourist jenis ini lebih merasa nyaman berada di daerah yang memiliki keindahan alam.

Dampak Negatif :

1.) Pengelolaan tourist jenis ini lebih sulit dibandingkan dengan tourist lainnya karena kita harus ekstra waspada dan membuat jadwal yang sesuai dengan fisiknya.


11. Social Tourist

Social tourist adalah jenis tourist yang melakukan perjalanan bukan untuk berlibur, melainkan mencari sponsor di suatu Negara.

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan kepada hotel/motel sebagai tempat peristirahatan para social tourist.

2.) Dapat menciptakan hubungan yang baik antara Negara pengirim tourist dan Negara penerima tourist sehingga dapat tercipta suasana tolong menolong antar negara.

Dampak Negatif :

1.) Tourist jenis ini tidak banyak memberikan devisa bagi Negara, karena tujuannya bukan berlibur, melainkan melakukan aksi social atau mencari sponsor di suatu Negara untuk tujuan tertentu.

12. Short Break Market

Short Break Market adalah jenis tourist yang mengunjungi suatu daerah dalam kurun waktu satu sampai tiga hari. Biasanya tourist ini mengunjungi ke satu Negara dengan banyak daerah wisata.

Dampak Positif :

1.) Memberikan keuntungan kepada hotel/motel sebagai tempat peristirahatan para short break market tourist, biasanya satu hingga tiga hari.

2.) Memberikan keuntungan pada rental transportasi (mobil, motor) karena tourist jenis ini biasanya tidak menggunakan travel agent dalam berwisata. Beberapa tourist juga menggunakan angkutan umum sebagai sarana transportasinya.

3.) Tourist jenis ini biasanya berkunjung ke tempat-tempat atraksi wisata yang sudah terkenal. Tourist ini juga senang berwisata kuliner di daerah yang dikunjunginya dan membeli beberapa cendera mata khas sehingga hal ini sangat menguntungkan dalam bidang ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak Negatif :

1.) Tourist jenis ini tidak mempunyai waktu yang lama dalam berkunjung, biasanya antara sehari hingga tiga hari saja. Oleh karena itu, kita harus mampu mengelola tourist ini dengan baik dan mengusahakan agar ia merasa puas dan menikmati kunjungannya sehingga ia akan kembali ke tempat itu dikemudian hari.

B. Hubungan antara Demand dan Supply

Demand adalah seserang yang melakukan pariwisata ke suatu tempat (tourist) sedangkan supply adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh negara penerima wisatawan (tourist receiving country). Pariwisata hanya dapat terbentuk jika kedua hal itu sudah terpenuhi. Kedua hal tersebut sangat mempengaruhi satu dengan yang lainnya, jika di suatu Negara tidak ada supply maka otomatis tidak akan ada demand yang berkunjung ke Negara tersebut. Begitu pula jika di suatu Negara tidak ada demand, maka supply yang dimilikinya tidak akan berkembang.

Ada lima jenis supply yaitu tourist attraction, accessibility, amenities, ancillaries, dan community involvement. Adapun hubungan masing-masing supply dengan demand dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Hubungan Demand dengan Tourist Attraction

Tourist attraction sangat mempengaruhi demand atau jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi pariwisata. Semakin bagus tourist attractionnya, semakin banyak demand yang akan mengunjunginya sehingga tourist attraction itu akan semakin berkembang. Tourist attraction ada yang bersifat natural dan ada pula yang bersifat kultural. Hal ini sangat menarik perhatian wisatawan, semakin khas dan menarik sebuah tourist attraction akan semakin banyak pula wisatawan yang ingin melihat atau mengunjunginya. Seiring dengan permintaan demand, maka berkembanglah man-made tourist attraction atau tourist attraction buatan manusia, misalnya taman bermain, dan sebagainya. Dari penjelasan tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa demand sangat mempengaruhi tourist attraction, begitu juga sebaliknya.

2. Hubungan Demand dengan Accessibility

Accessibility merupakan suatu hal vital yang sangat mempengaruhi kunjungan demand. Jika di suatu daerah tidak tersedia aksesibilitas yang mencukupi, seperti airport, pelabuhan dan jalan raya maka tidak akan ada demand yang mengunjungi daerah tersebut. Demand pulalah yang mempengaruhi perkembangan accessibility di suatu daerah. Jika suatu daerah memiliki potensi pariwisata, maka harus disediakan aksesibilitas yang memadai sehingga daerah tersebut dapat dikunjungi deman atau tourist.

3. Hubungan Demand dengan Amenities

Amenities merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam pariwisata. Amenities ini adalah fasilitas-fasilitas seperti hotel, transportasi, restaurant, spa, dan yang lainnya. Jika di suatu daerah tidak terdapat amenities yang mencukupi, maka demand tidak akan betah berkunjung di tempat tersebut. Amenities ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan harapan konsumen, contohnya spa. Dewasa ini spa sudah menjadi kebutuhan demand. Oleh karena itu, hampir semua hotel kini menyediakan fasilitas spa. Fasilitas-fasilitas inilah yang menyebabkan demand merasa betah dan nyaman berada di suatu destinasi pariwisata. Jika amenitiesnya tidak berkualitas dan mencukupi, maka demand tidak akan tertarik untuk mengunjungi daerah tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika tidak ada demand maka amenities pun tidak akan berkembang karena tidak ada pemasukan atau keuntungan.

4. Hubungan Demand dengan Ancillaries

Ancillaries adalah hal-hal kecil atau pendukung, misalnya warung-warung kecil dan tourist information centre. Adanya hal-hal pendukung ini disebabkan oleh demand yang berkunjung ke suatu tempat karena hal-hal tersebut dibutuhkan oleh demand dan dirasa dapat menghasilkan keuntungan. Contohnya, di suatu kawasan pariwisata terdapat pedagang-pedagang asongan yang menjual makanan, minuman, maupun souvenir. Hal itu merupakan inisiatif pedagang yang timbul karena adanya demand yang ingin membeli barang dagangannya. Disisi lain, ancillaries ini juga dibutuhkan oleh para tourist yang menginginkan kemudahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ancillaries ini timbul karena adanya permintaan dari demand.

5. Hubungan Demand dengan Community Involvement

Community involvement adalah keterlibatan atau dukungan masyarakat dalam kegiatan pariwisata. Community involvement ini sangat mempengaruhi kunjungan demand. Masyarakat harus dapat mendukung jalannya kegiatan pariwisata ini. Jika masyarakat tidak mendukung atau melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti pencurian, perampokan, pengeboman, pembunuhan, maka demand tidak akan berani mengunjungi daerah tersebut. Sebaliknya, jika masyarakat bersikap baik dan ramah terhadap tamu, maka tourist akan betah tinggal di daerah tersebut

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa supply sangat berpengaruh terhadap demand dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan suatu daerah pariwisata, harus tersedia supply dan demand yang mencukupi. Dengan adanya supply yang berkualitas dan menarik maka akan banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi daerah tersebut. Demand pulalah yang memberikan pemasukan atau keuntungan agar supply dapat terus berkembang.

Kamis, 19 Maret 2009

Perilaku Ruang Terbuka Hijau

Pengertian Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau kota merupakan bagian dari penataan ruang perkotaan yang berfungsi sebagai kawasan lindung. Kawasan hijau kota terdiri atas pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau kegiatan olahraga, kawasan hijau pekarangan.

Hutan kota adalah ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan. Hutan kota memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk perkotaan, dalam kegunaan-kegunaan proteksi, estetika, rekreasi dan kegunaan khusus lainnya (Djaiz dan Novian, 2000).

Hutan kota merupakan bentuk persekutuan vegetasi pohon yang mampu menciptakan iklim mikro dan lokasinya di perkotaan atau dekat kota. Hutan di perkotaan ini tidak memungkinkan berada dalam areal yang luas. Bentuknya juga

tidak harus dalam bentuk blok, akan tetapi hutan kota dapat dibangun pada berbagai penggunaan lahan. Oleh karena itu diperlukan kriteria untuk menetapkan bentuk dan luasan hutan kota. Kriteria penting yang dapat dipergunakan adalah kriteria lingkungan. Hal ini berkaitan dengan manfaat penting hutan kota berupa manfaat lingkungan yang terdiri atas konservasi mikroklimat, keindahan, serta konservasi flora dan kehidupan liar (Fandeli, 2004).

Pengertian Ruang Terbuka Hijau Public dan Privat

RTH Publik

Ø Ruang Terbuka Hijau (RTH), adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Ø Ruang terbuka hijau publik, adalah RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota/kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum.

Ø Ruang Terbuka Binaan Publik (RTBP) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih bersifat terbuka/ umum, dengan permukaan tanah di dominasi keseluruhan oleh perkerasan.

Ø Ruang Terbuka Binaan Publik makro antara lain: ruang jalan, kawasan bandar udara, kawasan pelabuhan laut, daerah rekreasi, dan Ruang Terbuka Binaan Publik mikro seperti mall di lingkungan terbatas, halaman mesjid, halaman gereja, plaza di antara gedung perkantoran dan kantin.

RTH Privat

Ø Ruang Terbuka Hijau Privat, adalah RTH milik institusi tertentu atau orang perseorangan yang pemanfaatannya untuk kalangan terbatas antara lain berupa kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan.

Ø Ruang Terbuka Binaan Privat (RTBPV) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih bersifat terbatas/ pribadi.

Ø Ruang Terbuka Binaan Privat antara lain: halaman rumah tinggal dengan berbagai luasan persil.

Contoh jenis perilaku di Ruang Terbuka Hijau Publik dan Privat

RTH Publik, contohnya Area Parkiran di samping Gedung Rektorat Unhas;

Tabel I. Jenis Perilaku

No

Waktu

Jenis Perilaku



1

07.00-08.00

Mobil pribadi dan mobil dinas datang satu per satu


Mobil datang kemudian pergi


Beberapa orang melintasi area parkir ini



2

12.00-13.00

Beberapa mobil memasuki area parkir ini


Beberapa mobil keluar dari area parkir ini


Beberapa orang melintasi area ini



3

17.00-18.00

Beberapa mobil keluar dari area parkir ini


Hingga menyisakan satu dua mobil


Tidak terlihat orang yang melintasi area ini


RTH Privat, contohnya di salah satu pekarangan rumah di Jln. Perintis Kemerdekaan IV

Tabel II. Jenis Perilaku

No

Waktu

Jenis Perilaku



1

07.00-08.00

Terlihat beberapa anggota keluarga yang keluar masuk rumah


Terlihat beberapa tamu yang berkunjung ke rumah


2

12.00-13.00

Lengang


3

17.00-18.00

Terlihat beberapa anak yang sedang bermain


Terlihat beberapa anggota keluarga yang pulang ke rumah


Minggu, 02 November 2008

23 oktober 2008. Kota PINRANG

Besok,,q dan team survey pinrang insya ALLAH kan pulang ba'da jumatan…

Rencananya stelah survey skunder di irigasi dan survey primer di sawah,,kami bru brangkat dari pinrang ke mks,but q singgah di pangkep dlu..ntar nyusul k'mks hari ahad…insya ALLAH.

Malam yang dingin nan indah di plosok kota pinrang jalan pattimura, tpatnya di secretariat partai pks..hampir selama seminggu, yakni dimulai hari senin sampe malam jumat ini,sungguh pengalaman yang luar biasa..bergaul bersama anak-anak kammi, petinggi-petinggi partai pks pinrang,,hingga blajar dan mempraktikkan buku emas dari sahabatku asti "mencetak pribadi magnetis",,2 jempol buat pengarang dan asti.

Oia,,malam terakhir di kota sungguh asyik…(akhirnya pulang jg)

Yup,,dua minggu di timika trus tambah lg satu minggu di pinrang…rasanya q jd iecal yang laen..

Cz zlama ini,,hamper tiap minggu pulkam k'pkp..jd pas gak plang2 dlu dlm wktu yg lama,,rasanya bedaaaa bgt.

Beberapa kisah yang kan kukisahkan pada q pribadi, ***,***, dan handai taulan..eh,,serta pembaca stiaku;

1. PINRANG kotanya ndak asyik.

Bayangkan,,ndak ada tempat menarik di dlm kotanya..

Hbs survey gak tau mo kmana,,jdnya pergi tanpa tujuan dgn modal nekat.

Eh,,ternyata dapat ke bendungan terbesar di sini,perbatasan pinrang, amp eke plosok2.

Katanya,,ada air terjun tp sktr 45 km dri kota ponrang,,teuz 35 km lg masuk ke dlm..(resikonya besar tuh).

2. Pas survey pas pilkada.

Jdnya jalanan macet terus,,simpatisan pd ugal2an, sudah jalan kecil,,bgunan dan ruko padat n ndak punya t4 parkir,,eh smuanya parker di bdan jalan,,trus2 parahnya si ical ma si aze kan org baru di sini jdnya terobos sana nyasar kesini,,tembus sana trus dua kali belok kanan sambil muter2 aja pas di hari pertama..

3. Kebakaran.

Malam itu,,enk bgt mandi di bathroom trus airnya sgt memanjakanku..tiap hentakan air yg mengalir make me ingat kampong halaman..sabun zinsuinya aze,,shampoo,,cikat gigi, dan nyanyi2 kecil..ndak salah lagunya bcl (botting nasaba manre kiti).

"cal..cal",suara mesra dari luar.

"apa", jwbku seadanya.

"Kbakaran",mulai panic.

"w sriusko,,dmana",mupeng-ma (pengen tau).

"di blakang,tu ramli sdh larimi ke blkng",siap2 pergi.

"ok,,I handuk-ing dlu",sret3…

Dah pakean..q lgsng lari ma ahmad..eh trnyata aze ktinggalan di blkng,,cuek apinya dah mulai besar..mana mati lampu lg.

Stelah berlari di lorong yg sempit nan gelap,,trus jalan becek berlubang,,dan jalan semut di samping rumah orang..ternyata,,

Wuihhhhhhh,,,astaganaga…..astagfirullah9x

Panasnya api terasa di mukaku..org2 bkannya pd bantu tp malah jepret2an dan make a video..

Dua menyusul 3 ruko terbakar..pas di depanku ibu2 yg msh muda mgndong anaknya yg berumur dua mgu (sriuska..sa blg,,"sabarki bu!!!", "de' dokanki kodong..rumahku terbakarmi".."iye sabarki",trus anaknya yg masiiiih bayi sa liat dan sempat sa rba rambutnya..astgfrullah bayinya blum bsa berkedip dgn lancr,,dia terjaga,,tp seolah ndak tau apa2 n raut muknya sperti tenang memandangku dan blang.."knapaki ksni,,napa bnyk org dating?".

Ya ALLAH..sabarkan ibu muda ini.

Pmadam kbakaran pun dtng,,tp ndak berbuat byk..hingga api pdam stlah khbsan puing2 rumah.

……………………………

4. Pinrang..landmarknya apa???

Lapangan?,,ndak mirip lapangan..cocoknya jd sentra pkl yg padat dan mirip pasar tradisional..parah kan?

Masjid?,,blum jd dan blum selesai.

Bendungan?,,10 km-an dari pusat kota..adanya Cuma jd tempat pacaran dan bolos anak sekolah..hbsnya slain tempatnya seru dan sunyi,,jg lengkap dgn view yg t-o-p b-g-t deh.

5. Tugu-tugu?,,gak mungkin..cz gak jlas tugunya apa..dah kecil,,warnanya pudar,,kotor,,parahnya di puncak2nya berkibar bendera partai dan wajah2 komersil calon bupati..

6. Stadion bau massepe?,,lbh bgz jd perkebunan rumput mas.

7. Mm..mm..apa di''

Krn ndak ada,,gmana klo landmarknya berupa kesan yang luas di pinggiran jalan utama (Negara),,dgn cara menegakkan GSP dan GSB..yah pnertiban sedikt lah buat puang2 pemilik hutan ruko yg berjejeran manis spanjng jlan. Hidup penertiban!!!

Trus lapangannya di bebaskn dri aktivitas perdagangan dan vegetasi tambah trus buat tugu ato lambng menyangkut pertanian scra pnrang terkenal bumi lasinrang dgn pertanian yang luar biasa (5 kali panen bo dlm dua taun).

Ok tulah sklumit tentang..pinrang bgi org awam.

1 lg,,sa ndak tau jalan pulang,,,hiks-hiks

Ramli maw terus di polwal..

Jd mo gak mo,su gak su (apaah)..ikut di blakngnya panter..

Aduh dah ngantuk nih,,skrng dah jam 12:31 mlm..

Asslm,,bobo y!!!

Zzz…zzz…zzzz

PT Freeport … sampai kapan???

Terkait proyek yang kedua di kota Timika ini, terlintas beberapa pernyataan yang mengubah pandanganku tentang kota Timika yang akan datang. Bersama seorang teman, aku mencoba untuk berdiskusi sebagai awal dari penulisan gagasan ini.

Berangkat dari disiplin ilmu perencanaan dan pengembangan wilayah, aku berfikir. Apa jadinya kota ini tanpa pertambangan atau dengan kata lain sector pertambangan telah ditutup karena habis. Bukankah kota Timika ada sebagai hasil dari daya tarik keberadaan PTFI. Jadi akankah kota ini kembali seperti sedia kala?, yaitu kala pendatang sudah meninggalkan Timika setelah kenyang dan tinggallah orang pribumi dengan buah pinang yang senantiasa memerahkan mulutnya?

Sungguh malang bila itu terjadi.

Secara komprehensif, PTFI yang memulai semuanya (lengkapi profil PTFI dan beberapa suku yang ada dan mendapatkan kompensasi).

Ditinjau dari basis ekonomi yang menjadi andalan dalam pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten Mimika, ternyata masih belum dapat berkata banyak di data-data dinas pendapatan daerah. sebaliknya pertambangan masih menjadi tulang punggung walaupun sebagai non-basis. Maksudnya, kegiatan ekonomi kerakyatan yang ada belum dapat dijadikan tulang punggung ekonomi untuk membangun kota dan kabupaten Mimika. Untuk itu, peranan stakeholder yang ada harus betul-betul mampu mengembangkan sector basis potensial (kalau perlu segera dilakukan pencarian basis yang baru apabila basis yang ada hanya pas-pasan untuk menutupi dan melengkapi bantuan dari PTFI.

Motto “EME NEME YAUWARE” bisa saja hanya menjadi kata-kata pemanis yang melengkapi lambang pemerintah kabupaten dan kota Timika.

Contohnya, distrik Mimika Timur Jauh (setara kecamatan). Gambaran awal yang ada di fikiranku tentang distrik ini dengan ibukotanya ayuka adalah kota yang damai dan tenang. Setelah berangkat dengan melalui akses jalan yang berbatu-batu dan dikelilingi hutan hujan tropis, terlihatlah bahwa selain damai dan tenang juga kota ayuka (lebih layak disebut dusun pedalaman yang dipaksakan sebagai ibukota) hanya terdiri dari beberapa deret rumah, puskesmas yang dipaksakan, kantor distrik (formalitas), sebuah genset, dan jalan berbatu. Itu saja, aku berfikir ibukota distriknya saja begini apalagi kampong-kampungnya (setara kelurahan). Apalagi distrik yang aksesnya harus lewat sungai dengan speed boat (jita dan agimuga) atau harus lewat udara dengan helicopter (distrik jila).

Lebih jauh, distrik Mimika timur jauh masih mendapat kompensasi dari PTFI sehingga hampir seluruh fasilitas yang ada berasal dari PTFI dan ini menjadi kendala tersendiri bagi otonomi daerah kabupaten Mimika. Tanpa MoU dengan PTFI, maka pembangunan sulit dilaksanakan. Hal itu berarti pengembangan sektor basis masih jauh dari harapan. Belum lagi ditambah dengan persoalan kekuasaan kepala kampong dan kepala suku yang setara dengan raja-raja kecil bagi rakyatnya. Dan banyaknya tanah adat yang tidak bisa diolah tanpa persetujuan kepala-kepala kampong setempat.

Intinya, sungguh sulit mengembangkan potensi basis yang ada (perkebunan dan perikanan) bila infrastruktur, sarana, dan prasarana yang akan mendukung tidak tersedia. Itu berarti APBD tetap mengandalkan “upeti” dari 1 % PTFI.

Sampai kapan???

Apakah kita akan menunggu Tuhan akan memberikan satu lokasi tambang yang baru dan meminta perusahaannya untuk membayar pajak atau tinggal diam dan berpangku manis menuntut alam???

Sampai kapan???

Sungguh, stakeholder yang ada harus betul-betul pandai memecahkan persoalan ini. “Bersatu bersama membangun/EME NEME YAUWARE”,aku khawatirkan hanya menjadi motto pemanis saja.

Basis ekonomi kerakyatan harus dikembangkan secepatnya!

Kabupaten Mimika dan kota Timika bukan milik satu suku saja tetapi milik kita bersama. Milik orang papua, milik pendatang, dan milik semua yang ingin memberikan sesuatu terbaik bagi kemajuan Timika_Mimika.

ALAM AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK APABILA KITA JUGA MEMPERBAIKI ALAM (orang bijak).

Postingan selanjutnya, aku akan mencoba mengutarakan pengamatan tentang tidak beraturnya pola pembangunan, khususnya kota Timika yang nantinya akan menjadi black city.

Sabtu, 11 Oktober 2008

entri pertamaku

Ahad siang ini jam setengah satu wit di kota TIMIKA..
bersama tmanku (dia ndak mo identitasnya di sebut)

ini dalah postingan perdanaku,,
sbnrnya q ndak tau mo buat apa..tp biarlah..apa adanya dulu.
buat tugas renstra,,ntar y..q lupa bwa tgsnya (ktinggalan di Hotel)

n buat arip n ijul,,ati2 bro di distrik jita n agimuga
q dgr2,,org2 dsana suka koleksi org pendatang,,kususnya kulit sawo matang..huhuhuhuhu

doakan kami y,,smoga slamat n sehat wal apiat di TIMIKA n kembali ke Makassar dengan Souvenir ala kadarnya (koteka dan isinya,,hehehe)

jgn piktor dlyu,,isinya yg ku mksd a/ noken ato buah pinang beserta tman2nya.

ok keep fighting till de end.
cayo pwk*ers*